walau sungguh hati ini sebenarnya hampa dan terluka
namun tetap ingin kulukiskan hanya dengan keindahan
rasa ini sedikit berbeda
dan mungkin aku salah mengartikanya
aku menharapkanmu
selalu temani aku dalam tiap keadaan yang aku miliki
aku berharap engkaulah tempat tulang rusuk ini
dan inilah jariku sebagai tempatmu menyematkan cincin bermata
namun aku salah,,,,,engkau rencanaku
engkau yang selalu menari nari di benakku
namun ternyata engkau bukan milikku
engkau bukan takdirku
sejenak aku diam,,,,
kututup kedua mata ini
kuresapi segala rasa yang aku miliki saat ini
aku menangis dalam hati
mata ini berlinang saat terpejam
sakit,,,,perih,,,,,
senyumku benar benar membeku
rasa ini seperti mati
jantungguku tak berdetak
duniaku benar benar berhenti
aku seperti tanpa nyawa
raga ini seperti melayang
nafas ini tersengal
ingin kuucap kata namun tak bisa
aku berdiri dan masih berdiri disini
sementara engkau telah benar benar berlalu meninggalkan aku
musim berganti
waktu berlalu
mentari dan rembulan membawaku melalui hari
namun mengapa aku masih disini
bayanganmupun sudah tak nampak
dan aku masih diam membisu disini
angin tak sanggup membawamu kembali padaku
dan sungguh engkau tak akan pernah kembali
kau telah rengkuh kebahagiaanmu
kau terlelap dalam keabadiaan
kau sungguh tak sanggup mendekapku lagi
engkau pergi tinggalkan aku sendiri
ragamu mati
namun tidak dengan rasa ini
sembari merangkai doa dalam kesendirianku kini
tunggulah hingga waktuku tiba
tunggulah aku dipintu surga
dekap dan peluklah aku kembali
dan jangan pernah kau lepas lagi
I never loved you with only half a heart
when your body dies
I would somehow keep all this sense
until we meet again
there,,,,,,in a place that lasting
when your body dies
I would somehow keep all this sense
until we meet again
there,,,,,,in a place that lasting
Kutowinangun, 25 Oktober 2013 12:41PM

No comments :
Post a Comment